Rabu, 30 Desember 2020

koneksi farmasi, ulumul hadist 13

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020
Pertemuan 13

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ لَهُ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(BUKHARI - 574) : Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, "Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (pengenmbalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kata kunci: Sholat
A. Pengertian
Salat (pengucapan bahasa Indonesia: [salat]; bahasa Arab: ٱلصَّلَاة‎ aṣ-ṣalāh, bahasa Arab: ٱلصَّلَوَات‎ aṣ-ṣalawāt; bentuk tidak baku: solat, sholat, shalat) merujuk kepada ibadah pemeluk agama Islam.  Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantah perintah Allah.[1] Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat karena menurut Surah Al-'Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
B. Dalil
Shalat merupakan ibadah paling pokok bagi seorang muslim yang akan menjadi barometer keselamatan seseorang di yaumul hisab (hari perhitungan) kelak. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang muslim untuk selalu memperbaiki kualitas ibadah shalatnya. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang shalat yang tersebar di banyak tempat di berbagai surat.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) melalui sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. – (Q.S Al-Baqarah: 45)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Baqarah: 110)

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
Dan orang-orang yang bersabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; mereka itulah orang-orang yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). – (Q.S Ar-Ra’d: 22)

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, “Hendaklah mereka menegakkan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datangnya suatu hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.” – (Q.S Ibrahim: 31)



C. Manfaat
   TAKBIRATUL IHRAM. 
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
 
RUKUK.
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
 
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
 
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy ( tahiyyat awal ) dan tawarruk ( tahiyyat akhir ). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( urethra ), kelenjar kelamin pria ( prostata ) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.
 
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.

D.cara mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-sehari
Dengan cara melaksnakan sholat 5 waktu sehari semalam, lalu menambah sholat dengan sholat sunnah. Agar kita bisa mendapat pahala dan menyempurnakan keimanan kita dan meningkatkan kesehatan kita.
E. Kesimpulan
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk beribadah hanya kepada Allah, dan tidak menyekutukan-Nya.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk taat kepada Rasul Allah dengan cara menteladaninya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk taat kepada pemimpin selama pemimpin itu tidak menyimpang dari Al Qur’an dan sunah Rasul.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesucian dan kebersihan. Kesucian lahir dan batin. Kebersihan lahir dan batin.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Ilmu bermanfaat adalah ilmu yang membuat seorang muslim menjadi lebih taat kepada Allah.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk ikhlas dalam setiap aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak sombong, tidak gila pujian.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas, bukan terlena oleh angan-angan yang membuai.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesabaran hakiki.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bertoleransi baik dalam aktivitas individu maupun aktivitas kemasyarakatan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk mengkritisi pemimpin ketika pemimpin itu melakukan kesalahan. Jadi shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak taklid buta.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan kritik dari yang dipimpin.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk memegang teguh amanah.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk berdisiplin pada semua aktivitas, seperti disiplin waktu, dll.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk fokus dan konsentrasi ketika melakukan aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bersatu padu membangun masyarakat berbudaya tinggi, mengajarkan kesatuan dan persatuan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk beraktivitas sesuai dengan tahapan yang berlaku, dan teratur dalam beraktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesamaan derajat manusia. Tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Yang membedakan dalam pandangan Allah adalah tingkat ketaqwaan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk berbaris dalam saf-saf yang lurus, rapat tidak ada celah di antara barisan. Ini  salah satunya mengajarkan kesatupaduan masyarakat dalam beraktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam bahwa pemimpin wajib mengatur yang dipimpin sedemikian rupa agar masyarakat dapat satu padu dalam satu visi dan misi.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu.
Dalam shalat terdapat pengakuan, janji, doa (harapan/cita-cita) dan cinta. Pengakuan akan keesaan Tuhan Semesta Alam (Allah). Pengakuan Muhammad adalah Rasul Allah. Pengakuan atas segala dosa dan kesalahan. Janji seorang hamba untuk beribadah, bergantung, mohon pertolongan hanya kepada Allah. Dalam pengakuan ini tersirat kejujuran yang hakiki. Janji manusia untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Doa seorang hamba atau pengharapan seorang hamba kepada Allah. Pernyataan cinta kepada Allah dan cinta kepada RasulNya. Semuanya ini harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, maka shalat seseorang menjadi hampa, menjadi tidak ada artinya. Pengakuan menuntut bukti. Janji menuntut bukti. Cinta menuntut bukti. Doa dan cita menuntut bukti! Iman itu diucapkan, diperteguh di hati dan dibuktikan dengan perbuatan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk menjadi pribadi berakhlaq mulia, menjadi masyarakat berbudaya mulia.
Sabar dan shalat sebagai sarana untuk memohon pertolongan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar