Rabu, 30 Desember 2020

koneksi farmasi, ulumul hadist 15

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020
Pertemuan 15
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَضَهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ سَنَةً فَلَمْ يُجِزْنِي ثُمَّ عَرَضَنِي يَوْمَ الْخَنْدَقِ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَأَجَازَنِي قَالَ نَافِعٌ فَقَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ خَلِيفَةٌ فَحَدَّثْتُهُ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّ هَذَا لَحَدٌّ بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ وَكَتَبَ إِلَى عُمَّالِهِ أَنْ يَفْرِضُوا لِمَنْ بَلَغَ خَمْسَ عَشْرَةَ

(BUKHARI - 2470) : Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abu Usamah berkata, telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi' telah menceritakan kapadaku Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma bahwa dia pernah menawarkan diri kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk ikut dalam perang Uhud, saat itu umurnya masih empat belas tahun namun Beliau tidak mengijinkannya. Kemudian ia menawarkan lagi pada perang Khandaq saat itu usiaku lima belas tahun dan Beliau mengijinkanku". Nafi' berkata; "Aku menemui 'Umar bin 'Abdul 'aziz saat itu dia adalah khalifah lalu aku menceritakan hadis ini, dia berkata: "Ini adalah batas antara anak kecil dan orang dewasa". Maka kemudian dia menetapkan pegawainya untuk mewajibkan kepada siapa saja yang telah berusia lima belas tahun
Kata kunci: usia
A. Pengertian
Umur atau usia pada manusia adalah waktu yang terlewat sejak kelahiran. Semisal, umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. Maka dari itu, umur diukur dari tahun lahirnya hingga tahunnya sekarang. Manakala usia pula diukur dari tahun kejadian hingga tahun sekarang (masa kini).
B. Dalil
Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

 “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu),” (HR. At-Tirmidzi dari jalan Ibnu Mas’ud z. Lihat Ash-Shahihah, no. 946).

Inilah beberapa penjelasan terkait usia manusia dalam Al-Quran :
1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam, karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia. (Qs.Hud : 15-16).
2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita, karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat. (Qs.Al-Isra : 72).
3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita, karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan. Namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan. (Qs.Al-Lukman : 22).
4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. (Qs.Ali Imran : 145).
5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan diambil. (Qs.An-Nisa : 78).
6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita, karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih. (Qs.Ali Imran : 185).
7. Begitu juga Hati kita, semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian. Karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia. (Qs.Al-An’am : 32).



C. Manfaat
Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling baik?” Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Kemudian orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling jelek?” Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang panjang umurnya namun buruk amalnya” (HR. Ahmad).
Umur tak pernah berhenti bergerak menuju masa habisnya di dunia ini, meskipun dibiarkan tak dimanfaatkan. Hari ini muda, tak berapa lama lagi akan tua, dan selanjutnya berpisah untuk selama-lamanya dengan dunia fana ini. Karena itu, selagi ada, umur perlu dimanfaatkan dengan penuh pertimbangan hati dan pikiran.
Pentingnya pertimbangan pikiran dan hati karena tidak semua orang memanfaatkan umur untuk melakukan beribadah dan berkarya yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Di hati ada iman untuk memberi pertimbangan bagi pikiran. Namun sebahagian orang memanfaatkan umur dengan pertimbangan perut.  Perut dilambangkan dengan nafsu, yang bias membuat seseorang terjerumus bila tidak dikendalikan.  Ia bisa mengajak menghalalkan segala cara, termasuk mencelakakan orang lain dengan cara membunuh, untuk memenuhi hawa nafsu.

D. Cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
1. Bijak memilih makanan
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dapat membantu memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup.
Anda bisa mengonsumsi beraneka ragam bahan makanan nabati, seperti buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Kandungan nutrisi dan senyawa antioksidan yang meliputi polifenol, karotenoid, folat, dan vitamin C di dalam bahan makanan ini bisa membantu tubuh terhindar dari penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kanker, hipertensi, dan stroke.
Anda juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung pewarna, pengawet, lemak jenuh, dan tinggi garam yang tidak baik untuk kesehatan.
2. Aktif bergerak
Rutin berolahraga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan depresi. Selain itu, orang yang rutin berolahraga memiliki rata-rata umur yang lebih panjang dibandingkan orang yang tidak rutin berolahraga.
Untuk memperoleh manfaat ini, Anda disarankan berolahraga setidaknya 30 menit per hari. Jangan lupa untuk berkonsultasi dulu ke dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.

3. Tidur cukup dan berkualitas
Salah satu studi menyebutkan bahwa memiliki pola tidur yang teratur, yaitu tidur selama 6-8 jam dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, bisa memperpanjang usia dan membantu Anda terhindar dari stres, depresi, dan penyakit jantung.
4. Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat dunia. Namun, kebiasaan tersebut dapat memperbesar risiko terjadinya kanker paru, penyakit jantung, penyakit hati, dan penyakit pankreas yang bisa menurunkan peluang Anda memiliki umur panjang.
Menghentikan kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol memang tidak mudah, tetapi tidak ada kata terlambat untuk melakukannya demi memiliki tubuh yang sehat dan jauh dari penyakit.
5. Menghindari stres berlebihan
Stres dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung, stroke, dan kanker. Kendalikanlah stres dengan baik dan jangan biarkan stres berlangsung secara berlarut-larut. Luangkanlah waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, baik sendiri, bersama teman, atau keluarga. Saat bekerja di kantor, rehatlah sejenak di meja kerja untuk mengistirahatkan otak.
E. Kesimpulan
Usia harapan hidup (Life Expectancy Rate) merupakan lama hidup manusia di dunia. Penyebab panjangnya umur manusia, tergantung dari beberapa faktor:
–         Pola makan
–         Penyakit bawaan dari lahir
–         Lingkungan tempat tinggal
–         Stress atau tekanan.
Faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhi dan berhubungan dengan usia harapan hidup:
–         Gizi
–         Merokok
–         Menopause
–         Osteoporosis

koneksi farmasi, ulumul hadist 14

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020
Pertemuan 14
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنَا فَرَجُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ حَدَّثَنِي عَمِّي ثَابِتُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ عَنْ أَبِيهِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ أَنَّهُ اسْتَقْطَعَ الْمِلْحَ الَّذِي يُقَالُ لَهُ مِلْحُ سُدِّ مَأْرِبٍ فَأَقْطَعَهُ لَهُ ثُمَّ إِنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ التَّمِيمِيَّ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ وَرَدْتُ الْمِلْحَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَهُوَ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مَاءٌ وَمَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ وَهُوَ مِثْلُ الْمَاءِ الْعِدِّ فَاسْتَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ بْنَ حَمَّالٍ فِي قَطِيعَتِهِ فِي الْمِلْحِ فَقَالَ قَدْ أَقَلْتُكَ مِنْهُ عَلَى أَنْ تَجْعَلَهُ مِنِّي صَدَقَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ مِنْكَ صَدَقَةٌ وَهُوَ مِثْلُ الْمَاءِ الْعِدِّ مَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ قَالَ فَرَجٌ وَهُوَ الْيَوْمَ عَلَى ذَلِكَ مَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ قَالَ فَقَطَعَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْضًا وَنَخْلًا بِالْجَوْفِ جَوْفِ مُرَادٍ مَكَانَهُ حِينَ أَقَالَهُ مِنْهُ

(IBNUMAJAH - 2466) : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Umar Al 'Adani berkata, telah menceritakan kepada kami Faraj bin Sa'id bin Alqamah bin Sa'id bin Abyadl bin Hammal berkata, telah menceritakan kepadaku pamanku Tsabit bin Sa'id bin Abyadl bin Hammal dari Bapaknya dari Abyadl bin Hammal bahwa ia pernah mengumpulkan garam yang disebut dengan garam bendungan Ma'rib, ia mengumpulkan untuk dirinya sendiri. Kemudian Al Aqra' bin Habis At Tamimi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku pernah melewati (kumpulan) garam di masa jahiliyah, ia terdapat di suatu daerah yang tidak berair. Siapa saja yang mendatanginya ia bebas untuk mengambilnya, ia seperti air yang mengalir." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian meminta pembatalan Abyadl bin Hammal dari garam yang dikumpulkan, Ia lalu berkata, "Aku telah merelakan pembatalan itu dengan syarat tuan jadikan sebagai (pahala) sedekah dariku." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ia adalah sedekah darimu, dan ia seperti air yang mengalir. Barangsiapa mendatanginya maka ia bebas mengambilnya." Faraj berkata, "Hari ini masih berlaku seperti dulu, siapa yang melewatinya bebas untuk mengambilnya." Ia (perawi) berkata, "Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bagian tanah dan pohon kurma di Jauf. Jauf adalah tempat saat ia memberi pembatalan kepada Rasulullah.

Kata kunci: Air
A. Pengertian
Air merupakan zat cair, pada kondisi standar tidak memiliki rasa, bau maupun warna dan terdiri atas hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Secara alami Air memiliki tiga wujud sekaligus seperti padat (es), cair (air), dan gas (uang air). air memiliki kemampuan untuk melarutkan zat kimia seperti garam, asam, gas, serta molekul organik. Dengan demikian tidak jarang air disebut sebagai zat pelarut universal. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan temperatur standar.
Sumber-Sumber Air
Dalam pemenuhan terhadap konsumsi air, maka harus memenuhi kriteria, kualitas & kuantitas yang layak dikonsumsi manusia agar tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan. Berikut 5 sumber air yang dapat digunakan manusia untuk memenuhi konsumsi air.
Air Laut
Merupakan air yang memiliki sifat asin karena mengandung garam NaCI. Kadar garam NaCI yang terlarut dalam air laut mencapai 3%, dengan demikian air laut tidak dapat dikatakan sebagai air bersih yang dapat langsung diminum. Akan tetapi air laut melalui proses desalinasi atau menggunakan mesin RO agar dapat langsung diminum.
Sama halnya dengan sumber air lainnya, air laut memiliki manfaat penting bagi manusia, diantaranya:
Sebagai bahan baku pembuatan garam dapur, dalam garam terdapat zat yang sangat dibutuhkan tubuh manusia
Sebagai sumber protein hewani, (ikan laut) dan sebagai wadah atau tempat budidaya rumput laut sebagai bahan dasar untuk pembuatan agar-agar & kosmetik.

Air Atmosfer (Air Hujan)
Untuk dapat diminum, sebaiknya air hujan yang turun hendaknya tidak menampungnya pada awal hujan turun karena air tersebut masih mengandung banyak kotoran. Sebaiknya air ditampung setelah beberapa saat setelah hujan turun. Selain itu hal lain yang harus diperhatikan adalah air hujan memiliki sifat agresif terutama pada pipa-pipa penyalur & bak-bak reservior, dengan demikian akan mempercepat terjadinya korosi/karat.

 

Air Permukaan
Air permukaan merupakan air yang mengalir di permukaan bumi. Umumnya air permukaan tercemar selama masa pengalirannya, seperti oleh air lumpur batang-batang kayu, daun-daunan, limbah industri dan lain sebagainya. Air permukaan terdiri dari air sungai dan air danau.

Air sungai
Air sungai merupakan air yang mengalir melalui terusan alami yang kedua pinggirnya dibatasi oleh tanggul-tanggul & lainnya ke laut, ke danau, atau ke sungai yang merupakan sungai induk. Diantara manfaat air sungai bagi manusia, untuk mengairi pertanian di persawahan, perikanan lintas perairan, pembangkit tenaga listrik, atau sebagai destinasi wisata. Air sungai juga dibedakan menjadi dua jenis:
Sungai hujan, merupakan sungai yang airnya berasal dari hujan dan mata air. Biasanya sungai seperti ini airnya tidak tetap. Bila terjadi musim hujan airnya akan banyak, bahkan adakalanya banjir.
Sungai gletser, yaitu air yang sumbernya berasal dari gletser (es) atau salju yang mencair. Sungai seperti ini biasanya airnya tetap, meskipun pada musim kemarau.

Air danau
Merupakan air yang  berasal dari air hujan, air tanah, atau mata air. Air danau bisa saja berkurang melalui penguapan, perembesan ke dalam tanah, maupun pengaliran oleh sungai. Proses penguapan & pengembunan biasanya terjadi secara seimbang, kecuali pada daerah yang sangat lembab dan kering.
Air tanah
Air tanah merupakan air yang terdapat pada permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. Air tanah dapat dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam.
Proses terjadinya air tanah dangkal karena adanya peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur biasanya akan bertahan, demikian halnya dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan menjadi jenuh tapi lebih banyak  yang memiliki unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Setelah menemui lapisan rapat air, selanjutnya air akan terkumpul yang merupakan air tanah dangkal dimana air tanah dapat dimanfaatkan sebagai sumber air melalui sumur-sumur dangkal. Air tanah dangkal terdapat pada kedalaman 15,00 m.

Sedangkan air tanah dalam merupakan air yang terdapat setelah lapis rapat air yang pertama. Pemanfaatan air tanah dalam ini tidak semudah pada air tanah dangkal. Untuk dapat dijangkau harus melalui proses pengeboran  dan memasukkan pipa kedalam-nya sehingga kedalaman (umumnya antara 100 -300 m) akan didapatkan suatu lapisan air. Bila tekanan air tanah ini besar, maka air akan menyembur keluar, pada keadaan seperti ini disebut sebagai sumur artesis. Bila air tidak dapat keluar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu menaikkan air kepermukaan. Dari segi kualitas, air tanah dalam biasanya lebih baik daripada air tanah dangkal dikarenakan penyaringannya lebih sempurna & bebas bakteri.

C. Manfaat
Seperti dijelaskan diatas, air merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi bagi manusia. Air adalah kebutuhan yang mutlak karena zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air kurang lebih 73% dari bagian tubuh tanpa jaringan lemak.
Fungsi air bagi tubuh manusia yaitu sebagai proses pencernaan, metabolisme, mengangkat zat-zat makanan yang terdapat dalam tubuh, sebagai pengatur keseimbangan suhu tubuh, dan menjaga tubuh agar tidak  kekeringan.
Agar tetap sehat, manusia membutuhkan air yang telah memenuhi syarat kualitas begitu juga halnya secara kuantitas. Diperkirakan, rata-rata kebuhan air untuk kegiatan rumah tangga sederhana paling tidak membutuhkan 100 L/orang/hari.

D. Cara mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-hari
Dengan menjaga air yang ada, agar tidak tercemar sehingga kehidupan masih bisa berjalan dengan lancar, karena air merupakan sumber kehidupan yang utama.
E. Kesimpulan
Air menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan semua makhluk hidup. Tubuh manusia sendiri terdiri dari 60-70% air. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memiliki asupan air yang cukup setiap harinya untuk menggantikan air yang hilang.

koneksi farmasi, ulumul hadist 13

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020
Pertemuan 13

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ لَهُ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(BUKHARI - 574) : Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, "Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (pengenmbalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kata kunci: Sholat
A. Pengertian
Salat (pengucapan bahasa Indonesia: [salat]; bahasa Arab: ٱلصَّلَاة‎ aṣ-ṣalāh, bahasa Arab: ٱلصَّلَوَات‎ aṣ-ṣalawāt; bentuk tidak baku: solat, sholat, shalat) merujuk kepada ibadah pemeluk agama Islam.  Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantah perintah Allah.[1] Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat karena menurut Surah Al-'Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
B. Dalil
Shalat merupakan ibadah paling pokok bagi seorang muslim yang akan menjadi barometer keselamatan seseorang di yaumul hisab (hari perhitungan) kelak. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang muslim untuk selalu memperbaiki kualitas ibadah shalatnya. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang shalat yang tersebar di banyak tempat di berbagai surat.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) melalui sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. – (Q.S Al-Baqarah: 45)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Baqarah: 110)

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
Dan orang-orang yang bersabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; mereka itulah orang-orang yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). – (Q.S Ar-Ra’d: 22)

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, “Hendaklah mereka menegakkan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datangnya suatu hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.” – (Q.S Ibrahim: 31)



C. Manfaat
   TAKBIRATUL IHRAM. 
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
 
RUKUK.
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
 
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
 
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy ( tahiyyat awal ) dan tawarruk ( tahiyyat akhir ). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( urethra ), kelenjar kelamin pria ( prostata ) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.
 
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.

D.cara mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-sehari
Dengan cara melaksnakan sholat 5 waktu sehari semalam, lalu menambah sholat dengan sholat sunnah. Agar kita bisa mendapat pahala dan menyempurnakan keimanan kita dan meningkatkan kesehatan kita.
E. Kesimpulan
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk beribadah hanya kepada Allah, dan tidak menyekutukan-Nya.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk taat kepada Rasul Allah dengan cara menteladaninya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk taat kepada pemimpin selama pemimpin itu tidak menyimpang dari Al Qur’an dan sunah Rasul.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesucian dan kebersihan. Kesucian lahir dan batin. Kebersihan lahir dan batin.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Ilmu bermanfaat adalah ilmu yang membuat seorang muslim menjadi lebih taat kepada Allah.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk ikhlas dalam setiap aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak sombong, tidak gila pujian.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas, bukan terlena oleh angan-angan yang membuai.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesabaran hakiki.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bertoleransi baik dalam aktivitas individu maupun aktivitas kemasyarakatan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk mengkritisi pemimpin ketika pemimpin itu melakukan kesalahan. Jadi shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak taklid buta.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan kritik dari yang dipimpin.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk memegang teguh amanah.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk berdisiplin pada semua aktivitas, seperti disiplin waktu, dll.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk fokus dan konsentrasi ketika melakukan aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk bersatu padu membangun masyarakat berbudaya tinggi, mengajarkan kesatuan dan persatuan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan aktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk beraktivitas sesuai dengan tahapan yang berlaku, dan teratur dalam beraktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam kesamaan derajat manusia. Tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Yang membedakan dalam pandangan Allah adalah tingkat ketaqwaan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk berbaris dalam saf-saf yang lurus, rapat tidak ada celah di antara barisan. Ini  salah satunya mengajarkan kesatupaduan masyarakat dalam beraktivitas.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam bahwa pemimpin wajib mengatur yang dipimpin sedemikian rupa agar masyarakat dapat satu padu dalam satu visi dan misi.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu.
Dalam shalat terdapat pengakuan, janji, doa (harapan/cita-cita) dan cinta. Pengakuan akan keesaan Tuhan Semesta Alam (Allah). Pengakuan Muhammad adalah Rasul Allah. Pengakuan atas segala dosa dan kesalahan. Janji seorang hamba untuk beribadah, bergantung, mohon pertolongan hanya kepada Allah. Dalam pengakuan ini tersirat kejujuran yang hakiki. Janji manusia untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Doa seorang hamba atau pengharapan seorang hamba kepada Allah. Pernyataan cinta kepada Allah dan cinta kepada RasulNya. Semuanya ini harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, maka shalat seseorang menjadi hampa, menjadi tidak ada artinya. Pengakuan menuntut bukti. Janji menuntut bukti. Cinta menuntut bukti. Doa dan cita menuntut bukti! Iman itu diucapkan, diperteguh di hati dan dibuktikan dengan perbuatan.
Shalat mengajarkan kepada orang Islam untuk menjadi pribadi berakhlaq mulia, menjadi masyarakat berbudaya mulia.
Sabar dan shalat sebagai sarana untuk memohon pertolongan Allah.

koneksi farmasi, ulumul hadist ke 12

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020

َدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا فَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَرِكِهَا أَوْ فَخِذَيْهَا قَالَ فَخِذَيْهَا لَا شَكَّ فِيهِ فَقَبِلَهُ قُلْتُ وَأَكَلَ مِنْهُ قَالَ وَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَالَ بَعْدُ قَبِلَهُ

(BUKHARI - 2384) : Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik dari Anas radliallahu 'anhu berkata: "Kami pernah disibukkan untuk menangkap kelinci di lembah Marru Azh-Zhohran, orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. Kemudian aku bisa menangkapnya lalu aku bawa menghadap Abu Tholhah. Maka dia menyembelihnya kemudian dikirim daging paha depannya atau paha belakangnya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dia (Anas) berkata: "Daging pahanya dan tidak diragukan lagi. Lalu Beliau menerimanya". Aku bertanya: "Apakah Beliau memakannya?". Dia berkata: "Ya Beliau memakannya". Kemudian dia sambung: "Setelah menerimanya".
Kata kunci: Menyembelih
A. Pengertian
Penyembelihan dalam bahasa arab dikenal dengan istilah Dhabah yang artinya baik dan suci. Secarah istilah penyembelihan adalah memotong saluran nafas dan saluran makanan dari seekor binatang melalui syarat tertentu dengan menggunakan benda yang tajam agar setelah mati binatang itu tetap baik dan suci,sehingga boleh untuk dikonsumsi/ dimakan.
Hewan yang disembelih pada umumnya adalah sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kelinci, unta, kuda, ayam, bebek, kalkun, dan juga ikan yang dibudidayakan dalam usaha budi daya perikanan

B. Dalil
Dalil dzabh (menyembelih binatang) adalah firman Allah Ta’ala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ*لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ            

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadah menyembelih yang kulakukan, hidupku, dan matiku hanyalah untuk dan milik Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali (dari umat ini) berserah diri (kepada-Nya)” (QS. Al-An’am: 162-163).

Dan dalil dari hadits
لعن الله من ذبح لغير الله
 “Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) dipersembahkan untuk selain Allah” (HR. Muslim).
Penjelasan Dalil dari Al-Qur’an
Dalam ayat tersebut, Allah berfirman: {قُلْ} “Katakanlah”, yang berarti Allah memerintahkan kita menyatakan suatu pernyataan dan melakukan konsekuensinya. Lalu setelah itu Allah berfirman
{وَنُسُكِي}, di antara tafsiran ulama terdahulu tentang firman Allah tersebut {وَنُسُكِي} adalah ibadah penyembelihan yang kulakukan. Ayat ini mengandung perintah Allah kepada kita untuk mengesakan-Nya dalam ibadah menyembelih, hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ*فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan lakukanlah penyembelihan binatang” (Al-Kautsar: 1-2).
Kemudian Allah berfirman {لِلَّهِ}, maksudnya hanya hak Allah dan untuk-Nya sajalah perbuatan menyembelih tersebut dipersembahkan. Hal ini menujukkan bahwa dzabh (menyembelih hewan) adalah sebuah bentuk ibadah, karena ibadah tersebut hanya boleh dipersembahkan kepada Allah saja. Inilah yang disebut dengan Tauhid Uluhiyyah.



Penjelasan Dalil dari Hadits
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لعن الله من ذبح لغير الله

“Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) dipersembahkan untuk selain Allah” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keburukan orang yang menyembelih binatang yang dipersembahkan untuk selain Allah. Do’a keburukan yang dimaksudkan di sini adalah do’a laknat yang maksudnya adalah terjauhkan dari rahmat Allah, ini berarti bahwa menyembelih (binatang) untuk selain Allah adalah dosa besar, karena pelakunya terancam laknat Allah. Dengan demikian, perbuatan  menyembelih (binatang) untuk selain Allah tersebut dimurkai oleh Allah, berarti sebaliknya, menyembelih (binatang) untuk Allah semata itu dicintai oleh-Nya. Sedangkan setiap yang dicintai oleh Allah adalah ibadah. Jadi, tepatlah pendalilan penulis rahimahullahu dengan membawakan hadits yang mulia ini untuk sebuah kesimpulan bahwa menyembelih binatang (dzabh) adalah ibadah
C. Manfaat daging kelinci
Obat penyakit asma.
Meningkatkan vitalitas dan libido pria. ...
Membantu perkembangan tumbuh anak. ...
Baik untuk jantung. ...
Memperbaiki metabolisme tubuh. ...
Cocok sebagai menu diet. ...
 Membantu kesehatan janin selama mengandung. ...
Menjaga kesuburan wanita.
D. Cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
Dengan cara mengkonsumsi daging kelinci sekali seminggu, kemudian menternakkan kelinci agar biaya nya lebih murah atau dengan menangkap kelinci di hutan.
E. Kesimpulan
Banyak- banyak lah kita mengkonsumsi daging yang bisa membawa manfaat bagi kita, sehingga kita bisa menjadi orang yang sehat. Kemudian tak ada salah nya kita menternakkan hewan2 yang boleh di sembelih hitung2 untuk wirausaha juga.

koneksi ibadah, ulumul hadist ke 11.

Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529 
Hari dan tanggal: kamis, 31-12-2020
Hadist pertemuan ke11
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي حَبِيبَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ يَا يَهُودِيُّ فَاضْرِبُوهُ عِشْرِينَ وَإِذَا قَالَ يَا مُخَنَّثُ فَاضْرِبُوهُ عِشْرِينَ وَمَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ فَاقْتُلُوهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ رَوَاهُ الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ وَقُرَّةُ بْنُ إِيَاسٍ الْمُزَنِيُّ أَنَّ رَجُلًا تَزَوَّجَ امْرَأَةَ أَبِيهِ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَتْلِهِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَصْحَابِنَا قَالُوا مَنْ أَتَى ذَاتَ مَحْرَمٍ وَهُوَ يَعْلَمُ فَعَلَيْهِ الْقَتْلُ و قَالَ أَحْمَدُ مَنْ تَزَوَّجَ أُمَّهُ قُتِلَ و قَالَ إِسْحَقُ مَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ قُتِلَ

(TIRMIDZI - 1382) : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi', telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibrahim bin Isma'il bin Abu Habibah dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika seseorang berkata kepada orang lain; Wahai orang Yahudi, maka pukullah ia dua puluh kali, jika ia berkata kepadanya; Wahai orang banci, maka pukullah ia dua puluh kali, dan barangsiapa yang menggauli mahramnya maka bunuhlah ia." Abu Isa berkata; Hadits ini tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini sedangkan Ibrahim bin Isma'il didha'ifkan dalam periwayatan hadits. Diriwayatkan juga dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melalui jalur lain, Al Bara` bin Azib dan Qurrah bin Iyyas Al Muzani meriwayatkan bahwa ada seseorang menikahi isteri ayahnya lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintah untuk membunuhnya. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut sahabat kami, mereka berpendapat; Barangsiapa menggauli mahramnya sedangkan ia mengetahuinya maka ia harus dibunuh. Sedangkan Ahmad berkata; Barangsiapa menikahi ibunya ia harus dibunuh. Ishaq berkata; Barangsiapa menggauli mahramnya, ia harus dibunuh.

Kata kunci: Mahram
A. Pengertian
Mahram (Arab: محرم) adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam.[1] Muslim di Asia Tenggara sering salah dalam menggunakan istilah mahram ini dengan kata muhrim, sebenarnya kata muhrim memiliki arti yang lain. Dalam bahasa arab, kata muhrim (muhrimun) artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul. Sedangkan kata mahram (mahramun) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, tetapi haram (tidak boleh) kita nikahi sementara atau selamanya.

Yang termasuk mahrom kita:
1. Mahram sebab Keturunan
ibu-ibumu;
anak-anakmu yang perempuan;
saudara-saudaramu yang perempuan;
saudara-saudara ayahmu yang perempuan;
saudara-saudara ibumu yang perempuan;
anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki;
anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.

2. Mahram sebab Susuan
 ibu-ibumu yang menyusui kamu
 saudara-saudara perempuan sepenyusuan.

3. Mahram sebab Perkawinan
Ibu mertua
Istri anak
Dan anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri
Ibu tiri
B. Dalil
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا [النساء: 23]

Artinya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. an-Nisa (4): 23].
C. Manfaat:
Agar terhindar nya dari melahirkan anak yang kurang sehat dalam artian kurang umur dan ada kecacatan pada si anak.
Agar terhindar dari penyakit kelamin
Agar mengkukuhkan hubungan persaudaraan
D. Cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
Cara nya adalah dengan mengenali saudara maupun saudari kita baik itu yang berhubungan darah, sepesusuan maupun  sebab hal lain. Agar kita terhindar dari nama nya pernikahan terlarang.
E. Kesimpulan
Mahram adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman, dan lain-lain”.
Muhrim dalam bahasa Arab berarti orang yang sedang mengerjakan ihram (haji atau umrah). Tetapi bahasa Indonesia menggunakan kata muhrim dengan arti yang semakna dengan mahram, dan ini adalah kekeliruan dalam hal bahasa yang sudah seharusnya dibenahi