Nama: Kholidah Hannum Hasibuan
Nim: 1920100281
Ruangan: 8
Semester: 3
Matkul: Ulumul Hadist
Tempat: Sihitang
No hp: 085262542529
Hari dan tanggal: minggu, 22-11-2020
Hadist pertemuan ke 8
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَرِيحُهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ
(MALIK - 1421) : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muslim bin Abu Maryam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; "Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, dan berjalan melenggak-lenggok tidak akan masuk surga atau pun mencium baunya, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun."
Kata kuncinya adalah pakaian
A. Pengertian pakaian
Pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman.
Dalam Alquran ada tiga istilah yang digunakan untuk menyebut busana atau pakaian, yaitu “libas”, “tsiyab” dan “sarabil”.
Kata libas dengan beragam derivasinya disebut sebanyak 23 kali, namun yang menunjukkan makna “sesuatu yang dipakai” (ma yulbasu) atau “pakaian” disebut sebanyak 13 kali.
Sedangkan kata “tsiyab” dengan beragam bentuknya disebut sebanyak 28 kali, kata “tsiyab” dengan makna pakaian disebut 8 kali. Kata “sarabil” disebut sebanyak 3 kali, semuanya bermakna pakaian.
Tiga istilah di atas meski sama-sama digunakan untuk menunjukkan makna “pakaian”, tapi masing-masing dari ketiganya mengandung makna yang berlainan.
Pertama; Libas. Alquran menggunakan kata ini dengan makna pakaian yang selalu melekat, yakni keharusan selalu menutup bagian aurat (sauah).
Disebutkan dalam QS. Al-A’raf 26 bahwa Allah menurunkan pakaian untuk menutup aurat (libas yuwari sauatikum), artinya kemaluan atau aurat harus selalu ditutup.
Jadi kata libas maknanya yaitu “pakaian primer”, pakaian yang bertujuan untuk menutup bagian yang harus selalu ditutupi.
Kedua; Tsiyab. Kata ini digunakan Alquran dengan arti pakaian yang tidak selalu dipakai, yakni “baju sekunder”. Dalam satu waktu dipakai, dalam waktu lain dilepas, dipakai lagi dan seterusnya.
Maksud pakaian yang diistilahkan dengan tsiyab bukan untuk menutup kemaluan atau aurat, tapi untuk memperindah diri (tajammul) atau menutup sekujur tubuh karena dingin atau yang lainnya.
Dalam QS. An-Nur 60 disebutkan bahwa perempuan tua yang sudah menopause dan tidak ingin kawin tidak berdosa menanggalkan pakaiannya (falaisa ‘alaihinna junah an yadla’na tsiyabahunna). Pakaian di sini maksudnya pakaian yang bukan penutup aurat.
Ketiga; Sarabil. Kata ini bentuk jamak dari sirbal, artinya baju kurung panjang. Pakaian ini disebutkan Alquran bukan sebagai penutup aurat, melainkan bagian dari tsiyab, yakni untuk hal-hal lain seperti melindungi tubuh dari cuaca panas dan dingin, serangan senjata atau sekedar menutup tubuh di luar “pakaian primer” (libas).
Dalam QS. An-Nahl 81 disebutkan bahwa busana sarabil dijadikan untuk melindungi tubuh dari panas dan melindungi senjata yang menyerang dalam peperangan (sarabila taqikum al-harra wa sarabila taqikum ba`sakum).
Berdasarkan ulasan singkat perbedaan makna dari tiga istilah di atas dapat disimpulkan bahwa pakaian dalam Alquran ada 2 macam, yaitu 1) “pakaian primer” yang disebut dengan “libas” dan 2) “pakaian sekunder” yang diistilahkan dengan “tsiyab” dan “sarabil”.
Pakaian primer atau libas berfungsi sebagai penutup aurat (sauah), sedangkan pakaian sekunder atau tsiyab dan sarabil tujuannya berkaitan dengan hal-hal di luar menutup aurat, yakni seperti untuk menghias diri, melindungi tubuh dari cuaca panas atau dingin, dan tujuan lainnya yang pada dasarnya boleh untuk meninggalkan atau tidak memakainya.
B. Dalil
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Arti: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
Tafsir Quran Surat Al-A’raf Ayat 26 Wahai anak cucu adam, sungguh kami telah menjadikan pakaian bagi kalian yang menutupi aurat kalian. Yaitu pakaian pokok, dan pakaian untuk perhiasan dan kecantikan. Pakaian ini yang berfungsi sebagai kesempurnaan penampilan dan kesenangan. Sedang pakaian ketakwaan kepada Allah yaitu dengan cara mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, itulah sebaik-baiak pakaian bagi seorang mukmin. Dan semua itu yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian itu termasuk bukti-bukti rububiyah Allah , keesaan, limpahan karunia, dan rahmatNya kepada hamab-hambaNya. Harapannya, agar kalian selalu mengingat-ngingat nikmat-nikmat tersebut dan kemudian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut. Dan dalah hal ini, terkandung pemberian karunia dari Allah bagi para hambaNYa dengan kenikmatan-kenikmatan ini.
QS. Al-A’rof (7) ayat 27 :
{ يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ }
Artinya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithoon sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘aurotnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaithoon-syaithoon itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
Perkara Aurot
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
( لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ …)
Artinya:
“Laki-laki tidak boleh melihat aurot laki-laki, wanita tidak boleh melihat aurot wanita”. (Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 794, dari Shohabat Abu Saa’id Al Khudry رضي الله عنه)
Tidak Boleh Tasyabbuh Dalam Berpakaian
Dalam perkara berpakaian, hendaknya kaum Muslimin tidak meniru pakaian orang-orang kaafir karena Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَمِنْهُمْ
Artinya:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 4033, dari Shohabat Ibnu ‘Umar رضي الله عنه)
ANJURAN MEMAKAI KEMEJA PANJANG:
Dari Ummu Salamah رضي الله عنها, dia berkata,
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيص
Artinya:
“Baju yang paling dicintai oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah gamis (kemeja panjang).” (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 4027 dan Imaam At Turmudzy no: 1762)
UKURAN PANJANG LENGAN BAJU GAMIS :
Dalam Hadits berikut:
عن أسماء بنت يزيد قالت : كانت يد كم رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى الرسغ
Artinya:
Dari Asma’ binti Yazid Al-Anshoriyah رضي الله عنها, dia berkata, “Lengan gamis Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم memanjang sampai pergelangan tangan.” (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 4027 dan Imaam At Turmudzy no: 1765, Hadits ini Lemah menurut Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam berbagai tempat antara lain: Dho’iif Al Jaami’ish Shoghiir no: 9956)
C. Manfaat
Manfaat pakaian
Pakaian menjadi barang kebutuhan yang utama bagi setiap orang. Dengan berpakaian, orang dapat terlindung dari berbagai hal yang menimpa badan, misalnya cahaya matahari, terlindung dari debu dan kotoran, terlindung dari udara yang dingin. Bila binatang memliki kulit dan bulu-bulu yang lebat dan tebal untuk melindungi tubuhnya, maka manusia memiliki pakaian yang beraneka ragam dan model.
Pakaian menurut agama dapat melindungi tubuh dari aurat sehingga orang itu jauh dari dosa. Pakaian juga dapat mencirikan seseorang, apakah ia seorang terpandang akan tampak dari pakaiannya. Seorang bangsawan akan tampak dari pakaiannya yang khusus digunakan oleh kalangan istana dan kerajaan, apakah bisa seorang kiyayi akan tampak dari pakaiannya yang bersih dan menutup aurat. Bila ia seorang yang kaya akan tampak dari pakaiannya yang bermerek. Pakaian menandakan seseorang sesuai dengan jatidirinya.
Pakaian juga dapat mempercantik diri bagi kaum wanita. Dengan berbagai mode busana, wanita akan tampak lebih cantik dan menarik berkat pakaian. Kaum hawa ini berlomba-lomba untuk mencari model pakaian yang pas dipakai pada diri setiap wanita. Tak ayal banyak para desainer pakaian berlomba adu kreasi agar model pakaiannya digemari setiap orang, termasuk kaum selebritis, kapilis, teknorat, dan aristokrat.
Pada setiap zaman, pakaian selalu memiliki tren yang berubah-ubah dan berbeda. Gaya dan model pakaian ditampilkan sesuai dengan zamannya. Tak ayal setiap zaman para desainer selalu berkarya dengan hasil terbarunya. Pakaian pengantin selalu menjadi aspirasi yang hebat untuk para desainer. Pakaian sakral ini selalu didambakan oleh sepayang sejoli yang akan menjalin perhelatan pernikahan dimana dan kapan pun, juga bagi siapapun. Itu semua tidak menutup kemungkinan bahwa pada saat pernikahan menginginkan segalannya selalu yang terbaik, hari baik, bulan baik, tempat baik, juga model pakaian yang terbaik.
Jadi pakaian merupakan kebutuhan utama bagi manusia, dimana pakaian adalah bahan utama untuk melindungi atau menutupi bagian penting tubuh manusia. Dari penjelasan diatas banyak sekali berbagai jenis bahan pakaian yang bisa digunakan manusia. Dengan demikian banyaknya jenis pakaian menjadikan manusia lebih kreatif untuk mendesain dari berbagai jenis pakaian tersebut. Sehingga manusia untuk memakainya lebih nyaman dan indah untuk dipakai.
D. Cara mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari
Dengan menggunakan kan pakaian karena pakaian merupakan hal yang selalu melekat pada tubuh kita. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia selain pangan dan papan. Pakaian merupakan alat penutup tubuh yang akan memberikan kepantasan, Kenyamanan serta keamanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebgai menutup tubuh, Pakaian juga mempunyai fungsi lain yang dapat menunjukkan lambang status atau identitas seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Lambang status, Kadang akan bisa dengan mudah mengenali suatu komunitas. Misal pakaian yang biasa dikenakan oleh anak punk, Pakaian yang dikenakan clup motor. Sedang fungsi pakaian sebagai identitas, Misal seragam Polisi, atau seragam lain yang bisa menunjukkan suatu identitas seseorang. Atau misal wanita dengan pakaian muslim lengkap.
E. Kesimpulan
Pakaian itu harus menutup aurat
Hiasan dan pakaian ketaqwaan
Pemelihara dari sengatan Panas dan Dingin serta Hal yang Mengganggu Ketentraman
Pembeda Antara Satu dengan Lainnya (Sifat dan Profesi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar